MUSRENBANGDES: Kebutuhan dan Keinginan yang Belum Terpenuhi

Dawuhan, 24 Januari 2018 – Salah satu rencana pembangunan desa untuk memenuhi kebutuhan serta keinginan masyarakat yang belum terpenuhi melalui MUSRENBANGDES. Pada hari Rabu, 24 Januari 2018, Desa Dawuhan kembali menggelar agenda tahunan MUSRENBANGDES (Musyawarah Rencana Pembangunan Desa) tahun anggaran 2019, kegiatan ini bertujuan untuk menampung seluruh aspirasi masyarakat dalam upaya membangun desa, baik dari sarana dan prasarana pembangunan, pertanian, ekonomi, hingga sosial. Tak sedikit usulan masyarakat yang di salurkan dalam acara ini. Acara ini dihadiri oleh Perwakilan Kepala Camat Tenggarang, Kepala Desa Dawuhan beserta perangkat Desa Dawuhan, Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Dinas BLK (Balai Latihan Kerja), Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berancana (PPKB) beserta Rukun Tetangga (RT) yang berada di Desa Dawuhan.

Dalam musyawarah kali ini, ada banyak aspirasi atau permintaan masyarakat yang disampaikan. Mayoritas yang diminta adalah sarana umum yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat Desa Dawuhan. Terutama untuk pembangunan tangkis sawah agar dapat menahan laju air tidak masuk ke dalam sawah pada saat musim hujan. Bukan hanya itu, penerangan jalan umum serta jalan yang belum diaspal menjadi bahan cuitan. Tak hanya sarana dan prasarana umum, sektor pertanian pun menjadi usulan yang dominan dalam MUSRENBANGDES kali ini. Alat-alat pertanian, benih, obat-obatan dan pupuk sering diusulkan oleh peserta yang berada dalam rapat tersebut.

Dan tak lupa pula Dinas Pendidikan menyampaikan untuk membentuk Madrasah Ibtidaiyah khusus para Hafidz Qur’an. Hal ini ditanggapi oleh tokoh agama Desa Dawuhan, bahwa sudah ada 3 anak berpotensi menjadi Hafis Qur’an. Hanya saja kurangnya sarana dan prasarana seperti gedung sekolah yang menyulitkan para pengajar untuk memfokuskan bibit-bibit muda yang memiliki kemampuan menghafal. Minimnya gedung dan anggaran untuk memfasilitasi kegiatan tersebut menjadi bahan pemikiran tersendiri untuk dinas Pendidikan. Bukan hanya itu, kepala sekolah TK PGRI 05 Tenggarang mengatakan bahwa: “Saya sebagai kepala sekolah salah satu TK yang ada di Desa Dawuhan mengusulkan untuk pembuatan WC karena dari tahun ke tahun belum juga terealisasi”, jelas Bu Halimah.

Bukan hanya usulan saja yang terdengar, bahkan keinginan serta masalah yang terjadi dilapangan juga harus dibenahi. Dinas kesehatan menghimbau untuk BAB di jamban untuk mengurangi penyakit yang meresahkan masyarakat, bukan karena tidak ada jamban yang sudah disediakan, tetapi kebiasaan masyarakat yang masih sulit untuk dirubah. Dinas PPKB (Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana) pun turut menghimbau kepada masyarakat agar tidak menikah di usia dini, tujuannnya untuk mengurangi tingginya angka kematian ibu dan anak serta gangguan kesehatan lainnya, terjangkit HIV atau AIDS, kanker leher rahim, konflik yang berujung perceraian karena kurang matangnya pemikiran diantara keduanya, kekerasan rumah tangga, kurangnya jaminan masa depan seperti masalah ekonomi dan banyak hal lainnya yang merupakan dampak dari pernikahan dini.

Kami semua berharap agar usulan yang telah dilontarkan oleh masyarakat segera terealisasikan dan dapat terasa manfaatnya oleh semua masyarakat Dawuhan. Terlebih terealisasikannya program kerja desa dalam hal pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana, agar semua kegiatan masyarakat baik dalam bidang pertanian, peternakan, kesehatan dan lain-lain dapat terlaksana dengan baik dan meningkatkan taraf perekonomian masyarakat desa Dawuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *